Thursday, March 12, 2015

Ayat tentang "TOLERANSI"


TOLERANSI 
1.      Apa itu Toleransi ?
Toleransi adalah istilah dalam konteks sosial, budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminai terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah toleransi beragama, dimana penganut mayoritas dalam suatu masyarakat menghormati keberadaan agama atau kepercayaan lainnya yang berbeda[1].
Dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan bahwa arti kata Toleransi berarti sifat toleran. Kata toleran sendiri didefinisikan sebagai bersifat atau bersikap tenggang rasa (menghargai, membolehkan) pendirian (pendapat, atau keyakinan) yang berbeda atau  bertentangan dengan diri sendiri. Dalam bahasa Arab, istilah yang lazim dipergunakan sebagai padanan kata toleransi adalah samanah atau tasamuh, maka kata ini berkembang dan mempunyai arti sikap lapang dada atau terbuka dalam menghadapi perbedaan yang bersumber dari kepribadian yang mulia. Dengan demikian, makna kata tasamuh memiliki keutamaan, karena melambangkan sikap pada kemulian diri dan keikhlasan[2].
2.      Bagaimana dalam Pandangan islam tentang Toleransi ?
Toleransi atau Tasamuh adalah sikap agar saling menghargai, menghormati, membolehkan dalam suatu keyakinan atau pendapat yang berbeda dengan kita, dan tidak boleh memaksa suatu keyakinan agar orang lain masuk agama islam.
Allah SWT berfirman dalam Q.S Al – Baqarah [2] : 256 ƒ
 “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada jalan yang sesat. karena itu Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.

[162] Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t.

Ayat diatas sudah jelas bahwa sikap toleransi antar umat Bergama tidak boleh memaksa suatu keyakinan orang lain agar orang lain menyembah apa yang kita sembah, Allah Berfirman :

Q.S Al – Kaffirun [109] : 6
“Untukmu agamamu, dan Untukkulah, agamaku."

Maksudnya adalah silahkan anda dengan kepercayaan anda, biarkan kami dengan kepercayaan kami, silahkan beribadah menurut agama anda, dan kamipun akan beribadah menurut agama kami. Artinya bahwa kita harus saling menghormati bukan saling memusuhi.
Dalam Q.S Al – Kaffirun ayat 6 diatas yang dianjurkan Toleransi adalah bukan dalam konteks ritual ibadahnya, akan tetapi diluar konteks ibadah.
Kita dianjurkan untuk toleransi dengan kaum Non-Muslim itu hanya sebatas didunia saja, tidak boleh menyangkut soal aqidah / Keyakinan, karena aqidah harus dipertahankan sampai mati.
Sebagai contoh :
Di dalam suatu kampung, di kampung itu terdapat berbagi macam kenyakinan, ketika itu kampung tersebut ingin bekerja sama untuk membangun atau menciptakan suatu kampung yang aman dan damai,
Inilah Toleransi yang ingin diwujudkan yaitu bekerja sama untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Itulah yang dinamakan Toleransi. Jadi toleransi itu tidak memandang Suku, Bangsa dan Bahasa.
Allah Berfirman dalam Q.S Al – Mumtahanah [60] : 8 – 9
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil”.
 “Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. dan Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim”.
Ayat ke-8 ini mengajarkan prinsip Toleransi yaitu hendaklah setiap muslim berbuat baik pada lainnya selama tidak ada sangkut pautnya dengan hal agama.
Ibnu Katsir rahimatulullah berkata, “Allah tidak melarang kalian berbuat baik kepada Non-Muslim yang tidak memerangi kalian seperti : berbuat baik kepada wanita dan orang yang lemah diantara mereka. Hendaklah berbuat baik dan adil karena Allah menyukai orang yang berbuat adil”[3]. Ibnu Jarir Ath Thobrani Mengakatakan bahwa bentuk berbuat baik dan adil disini berlaku kepada setiap agama, (Lihat Tafsir Ath Thobari, 14 : 81).
Sedangkan ayat selanjutnya yaitu ayat ke-9 yaitu berisi tentang larangan untuk loyal pada Non-Muslim yang jelas adalah musuh islam, (lihat Tafsir Al-Qur’an Al ‘Azhim, 7 : 248).
3.      Toleransi Di Indonesia
Mpu Tantular mengatakan dalam kitab Sutasoma, “Bhineka Tunggal Ika”, Saya berkayakinan bahwa seberapa berbedapun keyakinan dan pilihan kita, serempak kita mesti lentang bersuara bahwa kita semua tetaplah satu jiwa, satu bangsa, satu bahasa, satu harapan, untuk Indonesia yang lebih baik, lebih lebih sejahtera dan lebih bermartabat.
Sikap toleransi di Indonesia sudah ada pada Ideologi bangsa yaitu PANCAILA. Menurut saya disitu sudah diterangkan bahwa kita sebagai bangsa Indonesia harus menciptakan bangsa yang saling tolong menolong, berlaku adil dan sebagainya.






               

   

Thursday, October 2, 2014

Tatapan Hitam

menatap tapi tak terlihat
gelap terasa kesunyian melanda
apa sudi orang membantu
memapah jalan si tatapan hitam


meraba hambar yang terasa
mencium tapi tak rupa
mendengar tapi tak kenal
inilah hidup si tatapan hitam


ikhlas hati menerima semua
ikhlas hati menjalani hidup
Tuhan tau yang terbaik
bagi diriku si tatapan hitam

Tuesday, September 30, 2014

Ciri dan Arah Akhlak



CIRI DAN ARAH AKHLAK
1.      Ciri-Ciri Akhlak
I.                   Pangkalnya disengaja
         Q.S Ali-Imran [3] : 159

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu[246]. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”.

[246] Maksudnya: urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya.
Rasulullah SAW bersabda :
“Allah tidak melihat kepada bentuk fisik kalian, namun melihat pada hati kalian dan amal kalian (munafaqah alaih).
a.       Kehendak
Perbuatan itu ada yang alami da nada yang diawali dengan kehendak.

b.      Kekuatan Kehendak
Kehendak merupakan penggerak segala perbuatan manusia, membangunkan kekuatan sifat-sifat manusia.
c.       Pendorong Berbuat
Pendorong berbuat memiliki arti :
-          Sesuatu yang mendorong kita untuk berbuat
-          Sesuatu yang menarik kita untuk berbuat
II.                Prosesnya Terbiasa
Suatu perbuatan itu bisa menjadi suatu kebiasaan dan kebiasaan ini di bentuk oleh tiga hal, yaitu :
-          Adanya rasa menyukai pada perbuatan itu
-          Adanya wujud perbuatan itu
-          Adanya pengulangan yang berlanjut pada keduanya.
Kebiasaan itu memiliki dua macam sifat, yaitu :
a.       Memudahkan berbuat
Suatu perbuatan yang sudah terbiasa dilakukan maka ia dapat melakukannya dengan relative mudah dan beberapa dengan melakukan suatu perbuatan yang sama sekali baru.
Misalnya : Menulis Artikel. Ketika belajar menulis sangat susah tetapi kalau kita sudah terbiasa menulis, ketika kita disuruh membuat artikel itu menjadi sudah biasa.
b.      Menghemat waktu dan perhatian
Suatu perbuatan yang sudah menjadi kebiasaan maka ia dapat melakukannya dalam waktu yang singkat dan perhatian yang relative sedikit.
Misalnya : Menulis artikel sebaris saja sudah memakan waktu yang cukup lama dan perhatian yang cukup banyak. Tetapi setelah diulang satu kali, dua kali dan berikutnya berkali-kali melakukan hal yang sama, setelah menjadi kebiasaan, dapatlah ia menulis artikel itu beberapa halam dalam waktu yang sama ketika dulu ia bisa menulis hanya satu baris saja.
2.      Arah Akhlak
Arah akhlak itu berarti akhlak itu ditujukan kepada siapa dan dengan cara apa ?

1.      Akhlak terhadap Allah Swt
a.       Senantiasa mengesakan Allah dalam setiap tindakan, karena didalam Q.S An-Nisa 4: 116
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya”.
b.      Senantiasa patuh kepada petunjuk-Nya
Sami’na watha-na, kami dengan dan kami taat
c.       Senantiasa mencontohkan sifat-sifatnya.
Q.S Al-Israa : 110
 “Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya[870] dan carilah jalan tengah di antara kedua itu".

[870] Maksudnya janganlah membaca ayat Al Quran dalam shalat terlalu keras atau terlalu perlahan tetapi cukuplah sekedar dapat didengar oleh ma'mum.




d.      Senantiasa hanya memohon kepada Allah, sebagai mana dalam Q.S An-Nur : 31
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”.
e.       Memohon karunia hanya kepada Allah Swt.
Q.S Al- Mu’Minun [40] : 60
“Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku[1326] akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina".

[1326] Yang dimaksud dengan menyembah-Ku di sini ialah berdoa kepada-Ku.

f.       Menyampai keluhan kepada Allah Swt.
Sejak awal Al-Qur’an sudah menggariskan bahwa manusia itu suka mengeluh, Q.S Al-Balad :4
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah”.
















[1] Wildan,dadan. 2010. Ilmu akhlak dan tasawuf. Bandung : kati berkat press.
[2] Dede, resum akhlak tasawuf. http://dejangkar.blogspot.com/2011/05/resume-akhlak-tasawuf.html. Diakses pada tanngal 9 mei 2012.

Monday, September 29, 2014

Standar dan Rentang Nilai Akhlak

                                                 STANDAR DAN RENTANG NILAI AKHLAK 

 1.Standar Nilai Akhlak  

a.Hati Nurani 

 Nabi Saw, bersabda : “Dosa itu adalah sesuatu yang bergerak dalam hati dan engkau merasa tidak senang jika perbuatanmu itu dilihat orang (al-hadits).

  Jadi dalam diri manusia itu ada dua kecenderungan yaitu : - Kecenderungan baik - Kecendurangan buruk Karena manusia itu makhluk sosial, maka ia berbuat apa yang disukai oleh lingkungan sosialnya. 

Paham Intuitionis

 Paham ini memandang bahwa setiap manusia itu memiliki kekuatan intuisi yang dapat membedakan mana perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang buruk.

 b.Konsensus Masyarakat 

Dalam setiap kondisi, manusia terpengaruhi oleh tradisi golongan tertentu karena ia hidup dilingkungan mereka.

 Paham Tradisionalis 

Paham ini memandang bahwa yang menjadi ukuran kebaikan itu adalah tradisi, yaitu adat kebiasaan yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat dan sudah ada sejak lama, dianggap sebagai suatu kebenaran dan dilanjutkan secara turun temurun.

Paham Hedonis 

 Paham ini merupakan suatu paham yang berpandangan bahwa ukuran kebaikan itu ialah bahagia.

 c.Petunjuk Tuhan

 Menurut paham ini sesuatu yang baik itu adalah perbatan yang sesuai dengan petunujuk tuhan, dan perbuatan yang tidak baik itu adalah perbuatan yang menyalahi petunjuknya itu. 

 2.Rentang Nilai Akhlak 

 Nilai akhlak merentang dari perbuatan yang sangat terpuji hingga perbuatan yang sangat tercela. Perbuatan ini disebut dengan perbuatan etis. Akhlak terbagi kedalam 2 bagian : 

Akhlak Terpuji 

 Adalah sifat-sifat terpuji yang memunculkan serangkaian perbuatan-perbuatan yang terpuji secara konsisten. 

Contoh akhlak terpuji diantaranya kasih saying, adil, hemat, istiqamah,memaafkan, membalas budi.

 Akhlak Tercela 

Adalah sifat-sifat tercela yang memunculkan serangkaian perbuatan-perbuatan yang tercela secara konsisten.
 Contoh akhlak tercela diantaranya zalim, sombong, dengki, fitnah, dan lain-lain. 

                                                        DAFTAR PUSTAKA 

 Dede Abdullah, resume akhlak tasawuf. http://dejangkar.blogspot.com/2011/05/resume-akhlak-tasawuf.html. Diakses pada tanggal 9 Mei 2011.

 Wildan,dadan. 2010. Ilmu Akhlak dan Tasawuf. Bnadung : Kati Berkat Press.

MAKALAH TEORI – TEORI KEPRIBADIAN HUMANISTIK, ABRAHAM MASLOW DAN KOGNITIF GEORGE A. KELLY

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayah-Nya, penyusun dapat menyelesaikan makalah ini dengan...